Brand image merupakan salah satu komponen penting yang perlu Anda perhatikan dalam membangun serta mengembangkan bisnis. Memiliki image yang baik akan sangat membantu perkembangan brand Anda. Tak heran jika para pebisnis melakukan berbagai upaya untuk dapat memiliki image positif bagi bisnis mereka.
Pembahasan ini akan mengulas lebih jauh mengenai apa itu brand image, manfaat, dan indikatornya. Anda juga akan memahami bagaimana cara membangun brand image yang tepat pada pembahasan berikut.
Apa Itu Brand Image?
Brand image adalah persepsi konsumen dan audiens secara keseluruhan terhadap sebuah brand. Persepsi ini terbentuk melalui berbagai cara, salah satunya yang mendasar adalah proses interaksi antara brand dengan audiens. Brand image dalam Bahasa Indonesia disebut citra merek, yaitu bagaimana audiens melihat sebuah brand.
Pada prakteknya, image ini bisa mencakup berbagai hal yang merepresentasikan brand Anda. Mulai dari logo, warna, desain, produk yang ditawarkan, sampai bagaimana brand berkomunikasi dengan pelanggan. Semua hal yang terkait dengan brand akan membentuk citra merek yang dipersepsikan oleh audiens.
Menggambarkan citra merek ini serupa dengan bagaimana Anda mempersepsikan orang lain berdasarkan berbagai hal yang berkaitan dengannya. Ketika Anda mengenal seseorang, aspek-aspek dalam dirinya seperti bagaimana caranya berbicara dan berpakaian akan membentuk image tertentu.
Begitu juga dengan brand. Apa yang ‘dikenakan’ oleh brand tersebut, bagaimana brand berbicara dan berinteraksi dengan konsumen, apa pesan yang disampaikan brand, dan lain sebagainya dapat membentuk citra tertentu.
Brand image kemudian dapat menunjukan kepada pasar bagaimana karakter dari brand tersebut.
Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa faktor yang dapat membentuk citra merek:
- Kualitas produk
- Harga
- Desain brand/produk
- Kredibilitas
- Strategi pemasaran
- Interaksi dengan pelanggan
- Ulasan di media sosial
Dari faktor-faktor di atas, bisa dipahami bahwa pembentukan citra merek bisa melalui metode konvensional dan digital. Terlebih lagi di zaman sekarang ini, di mana keberadaan internet memberi pengaruh pada berbagai lapisan kehidupan termasuk pembentukan brand image.
Contoh Brand Image
Berikut ini adalah beberapa contoh brand image dari nama-nama besar yang sudah terkenal:
- Coca-Cola: Brand minuman bersoda yang dianggap sebagai simbol kebahagiaan dan persahabatan.
- Apple: Brand teknologi yang dikenal sebagai inovator dan pelopor dalam pengembangan produk-produk yang menarik dan mudah digunakan.
- Nike: Brand produk olahraga yang dianggap keren, inovatif, dan menginspirasi.
- Amazon: Brand toko online yang dianggap nyaman, mudah digunakan, dan memiliki pilihan produk yang sangat luas.
- Google: Brand mesin pencari yang dianggap andal, canggih, dan membantu orang mencari informasi dengan mudah.
- McDonald's: Brand restoran cepat saji yang dianggap cepat, nyaman, dan menyediakan makanan yang lezat dengan harga yang terjangkau.
- Mercedes-Benz: Brand mobil mewah yang dianggap elegan, berkualitas tinggi, dan inovatif.
- Red Bull: Brand minuman energi yang dianggap memberikan dorongan energi dan kekuatan, serta kesan gaya hidup yang aktif.
Manfaat Brand Image untuk Bisnis
Brand image sangat penting bagi bisnis karena dapat mempengaruhi persepsi konsumen tentang merek dan produk yang ditawarkan. Dengan memiliki image yang positif, brand Anda bisa mendapatkan konsumen loyal dan mempengaruhi keputusan pembelian.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa brand image penting untuk bisnis.
1. Membedakan Brand dari Kompetitor
Anda perlu memiliki citra merek yang unik namun konsisten untuk membedakan brand dari kompetitor. Terlebih lagi jika bisnis Anda bergerak di bidang yang memiliki banyak pemain di dalamnya, yang mana memerlukan usaha untuk terlihat menonjol.
Dengan image yang kuat, audiens bisa dengan mudah membedakan brand Anda di antara kompetitor.
2. Membangun Loyalitas Konsumen
Brand image atau citra merek membantu brand Anda dalam membangun loyalitas konsumen. Sekarang ini, konsumen tidak memilih sebuah produk atau brand semata-mata karena apa yang mereka tawarkan. Namun lebih dari itu, konsumen akan cenderung memilih brand dengan reputasi yang baik.
Faktor lain yang juga memengaruhi pengambilan keputusan konsumen dalam memilih produk adalah adanya hubungan emosional dengan brand. Karena sudah merasa terkait dan terhubung dengan baik, konsumen tidak ragu untuk membeli dan menjadi pelanggan yang loyal.
3. Meningkatkan Brand Value
Image yang melekat pada sebuah brand akan berpengaruh dalam meningkatkan brand value, atau nilai merek tersebut. Misalnya jika brand Anda memiliki image sebagai merek mewah untuk kalangan atas, maka hal tersebut juga mendongkrak brand value.
Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa harga produk pada luxury brand bisa jauh lebih tinggi dibanding yang lain.
Indikator Brand Image
Secara garis besar, indikator brand image dapat dilihat dari tiga sisi, yaitu citra perusahaan (corporate image), citra produk (product image), dan citra konsumen (user image). Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Corporate Image
Indikator yang pertama adalah corporate image atau citra perusahaan. Brand image salah satunya dibangun dari citra perusahaan pembuatnya. Berikut beberapa hal yang meliputi indikator corporate image:
- Popularitas: Seberapa dikenal brand Anda oleh masyarakat.
- Reputasi: Bagaimana opini masyarakat menilai perusahaan, apakah negatif, positif, atau netral.
- Kultur: Kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut.
- Jaringan perusahaan: Seberapa luas jangkauan profesional perusahaan, semakin besar jaringan maka akan semakin baik.
2. Product Image
Indikator product image adalah persepsi masyarakat terhadap barang atau produk yang Anda jual. Sama halnya dengan corporate image, product image juga meliputi beberapa indikator, yaitu:
- Kualitas produk: Mutu, standar, dan keunggulan produk yang dimiliki perusahaan.
- Atribut produk: Fitur dan karakteristik produk yang dimiliki perusahaan.
3. User Image
User image mengacu pada kesan yang dimiliki konsumen tentang brand Anda. Berikut indikator yang meliputi user image:
- Konsumen: Siapa pengguna produk dari kategori usia, gaya hidup, hingga perilaku belanja.
- Pengalaman konsumen: Kesan, keuntungan dan nilai yang dirasakan oleh konsumen saat menggunakan produk.
Cara Mengukur Brand Image
Mengukur citra merek melibatkan penilaian dan pengukuran persepsi konsumen dan calon konsumen terhadap merek Anda. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk mengukur image untuk brand.
1. Survei Konsumen
Cara pertama adalah dengan melakukan survei pada konsumen brand atau produk Anda. Survei tersebut bertujuan untuk meminta penilaian dari konsumen terhadap brand.
Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan meliputi kesan terhadap brand, kualitas, kredibilitas, preferensi, dan kepercayaan.
2. Wawancara dan FGD
Selain membuat survei, Anda juga dapat menanyakan langsung pada konsumen melalui wawancara.
Tak hanya itu, Anda pun bisa membentuk diskusi kelompok atau Forum Group Discussion untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen terhadap brand. Dari situ, Anda dapat mengetahui mengapa konsumen memilih atau tidak memilih brand.
3. Social Media Listening
Anda bisa melakukan social media listening alias analisis media sosial untuk mengukur brand image. Anda dapat menganalisis media sosial dan melihat apa yang dikatakan orang tentang brand.
Untuk itu, Anda bisa memantau postingan di platform media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan LinkedIn.
4. Studi Kompetitif
Cara yang selanjutnya adalah dengan melakukan studi kompetitif, yaitu penelitian mengenai kompetitor dari brand.
Dengan melakukan studi kompetitif, Anda akan mendapatkan wawasan mengenai bagaimana posisi kompetitor sekaligus brand Anda di pasar. Hal ini akan membantu Anda dalam mendapatkan informasi mengenai konteks pasar yang lebih luas.
5. Metode Pengukuran Kuantitatif
Selain cara-cara di atas, Anda juga bisa melakukan pengukuran melalui metode kuantitatif. Beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengukur citra merek adalah Net Promoter Score (NPS), Brand Equity Index, dan Brand Personality Scale.
Cara Membangun Brand Image yang Kuat
Memiliki citra merek yang kuat memang merupakan hal penting dan memberikan banyak manfaat. Meski begitu, membangun citra merek tersebut membutuhkan waktu, strategi, dan konsistensi.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membangun brand image yang kuat.
1. Tentukan Brand Identity
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan brand identity atau identitas dari brand Anda. Tentukan apa nilai-nilai yang ingin diusung oleh brand, berikut dengan visi dan misi yang akan dijalankan. Dalam menentukan hal-hal tersebut, pertimbangkan bahwa hal tersebut yang akan membedakan brand Anda dengan kompetitor.
Selain itu, Anda juga perlu menentukan brand positioning. Anda ingin brand dikenal sebagai brand yang seperti apa di benak audiens? Untuk itu, Anda juga perlu melakukan riset kompetitor dan memberikan nilai unik yang hanya dimiliki oleh brand Anda.
2. Riset dan Identifikasi Target Audience
Langkah selanjutnya adalah melakukan riset mengenai target audience yang akan Anda sasar. Lakukan identifikasi mengenai bagaimana karakter, kebutuhan, preferensi, demografi, dan hal-hal lain yang terkait dengan audiens.
Dari informasi tersebut, Anda bisa mengetahui apa yang audiens ingin dapatkan dari brand Anda.
3. Buat Pesan Brand yang Konsisten
Setelah menentukan identitas brand dan mengidentifikasi audiens, langkah selanjutnya adalah membuat pesan brand. Pesan ini yang akan disampaikan di seluruh kampanye pemasaran, yang mana mencakup identitas serta nilai-nilai brand. Agar dapat membangun citra merek yang kuat, pastikan untuk membuat pesan brand secara konsisten.
Anda juga perlu menyesuaikan pesan brand dengan data target audience yang sudah diidentifikasi sebelumnya. Buatlah pesan yang bisa menyasar audiens Anda dengan tepat, berikut dengan pemilihan platform media yang sesuai. Pesan brand juga bisa dapat terlihat dari komponen desain yang konsisten.
4. Berikan Pengalaman Konsumen yang Positif
Langkah terakhir yang tak kalah pentingnya dalam membangun citra merek adalah memberikan pengalaman konsumen yang positif. Pengalaman ini dapat Anda berikan melalui interaksi pada berbagai channel, baik offline maupun online.
Berikut beberapa hal yang dapat membentuk pengalaman konsumen yang positif:
- Layanan yang responsif dan ramah.
- Proses pembelian yang mudah.
- Kualitas produk yang bagus.
- Pemenuhan kebutuhan pelanggan.
Bangun Brand Image Positif Bersama BigEvo
Keberhasilan sebuah brand tidak hanya ditentukan oleh produk yang Anda tawarkan. Namun juga tergantung pada seberapa baik Anda dapat mengkomunikasikan pesan brand. Citra merek penting karena mempengaruhi pilihan pelanggan, dan juga berdampak besar pada reputasi perusahaan.
Untuk penerapan strategi yang lebih optimal, percayakan prosesnya pada agensi terpercaya seperti BigEvo. BigEvo Digital Agency telah berpengalaman dalam menerapkan dan mengelola strategi digital yang efektif. Diskusikan kebutuhan brand Anda untuk menerapkan strategi digital yang tepat dan sesuai target bisnis.
Terdapat berbagai layanan digital yang bisa Anda manfaatkan untuk membangun brand image dan tujuan bisnis lainnya. Mulai dari Digital Advertising, SEO, Social Media Management, KOL Marketing, Content Production, Website Development, dan masih banyak lagi.
Segera hubungi team@bigevo.com atau klik ikon WhatsApp pada halaman ini untuk konsultasi dan diskusi mengenai kebutuhan bisnis Anda. Bangun brand image yang baik melalui strategi digital terbaik bersama BigEvo. BigEvo, your trusted digital agency.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa itu brand image?
Brand image adalah persepsi atau gambaran yang terbentuk di benak konsumen terhadap suatu merek berdasarkan pengalaman, interaksi, dan informasi yang didapatkan tentang brand tersebut.
2. Apa perbedaan antara brand identity dan brand image?
Brand identity adalah cara perusahaan ingin mempresentasikan dirinya, sementara brand image adalah bagaimana persepsi itu benar-benar dirasakan oleh audiens berdasarkan pengalaman dan interaksi dengan brand.
3. Mengapa brand image penting untuk bisnis?
Brand image penting karena memengaruhi kepercayaan pelanggan, loyalitas, serta keputusan pembelian. Citra merek yang positif membuat brand lebih mudah dikenal dan dipercaya dibanding kompetitor di pasar.
4. Apakah brand image sama dengan reputasi?
Tidak sepenuhnya sama. Brand image lebih merujuk pada persepsi konsumen terhadap merek, sedangkan reputasi mencakup reputasi keseluruhan brand di mata publik termasuk aspek non-konsumen (media, investor, atau komunitas). Namun keduanya bisa saling memengaruhi.
5. Bagaimana brand image memengaruhi keputusan pembelian?
Brand image yang positif membuat konsumen merasa yakin dan loyal terhadap sebuah brand, sehingga mereka lebih cenderung memilih produk tersebut dibanding kompetitor. Hal ini dapat memberikan keunggulan kompetitif pada brand, terutama jika harga atau fitur sebanding.